VAR – Video Assistant Referee: yang perlu kamu tahu

VAR Video Assistant Referee, sebuah terobosan dengan penggunaan teknologi Video dalam sepakbola, akan mulai diujicoba.

 

Wasit tengah melihat Video (Image: PA)

 

Jadi, apa itu VAR?

Berikut Pertanyaan dan Jawaban seputar VAR, dikutip dari mirror:

Bagaimana cara kerja VAR?

VAR (Video Assistant Referee) adalah Wasit kelima yang akan berkomunikasi terus menerus dengan wasit di lapangan. VAR akan ditempatkan di Uxbridge dalam stadion, bersama dengan asisten VAR. Asisten VAR akan memastikan video masih dipantau kapanpun Wasit kelima berhubungan dengan wasit di lapangan. Untuk pertandingan dengan 12 sudut kamera, akan ada satu operator replay; apabila lebih dari 12, akan ada dua operator replay.

Apa saja yang mereka lihat?

Mereka memiliki akses ke semua sudut kamera dan Goal Decision System. Mereka tidak melihat seperti tayangan langsung di TV (komentator, replay, dan lain sebagainya), sehingga terhindar dari pengaruh eksternal selain dari yang mereka lihat secara langsung pada layar-layar tersebut.

Kapan VAR terlibat dalam sebuah pertandingan?

Ini adalah kunci. VAR teribat hanya saat mereka melihat kesalahan yang nyata dan jelas. Jika VAR melihat kesalahan, mereka harus mengkomunikasikan hal ini kepada wasit.

Siapa yang memutuskan kapan VAR terlibat?

Hanya VAR. Seorang wasit lapangan tidak dapat mengatakan, “Saya tidak yakin, tolong saya” jika mereka ragu. Mereka harus membuat keputusan terlebih dahulu dan jika VAR menganggap keputusan itu keliru, VAR bisa memutuskan untuk terlibat.

Berapa lama VAR harus menandai kejadian yang mereka lihat?

Sampai pertandingan bisa diintervensi – (bola keluar, pelanggaran, dsb). Jadi misalnya VAR menemukan Si Fulan menyikut Bunga, yang tidak terlihat oleh wasit, VAR mengkomunikasikan bahwa mereka tengah memeriksa cuplikan, dan jika bola keluar berkata kepada wasit, ‘Jangan memulai kembali permainannya’ sampai mereka menyelesaikannya (insiden sikut Fulan-Bunga). Jika pertandingan telah restart, maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Satu pengecualian adalah tindakan kekerasan yang terjadi saat masa injury time, wasit dan VAR diberi dua kesempatan untuk menyelesaikan insiden tersebut, karena kadang-kadang memeriksanya dapat memakan waktu sedikit lebih lama.

Kejadian apa yang bisa diintervensi oleh VAR?

Hanya Empat. Gol, Kartu merah, Penalti dan Kesalahan Identifikasi.


Bagaimana persisnya terkait GOL?

Diperlukan waktu rata-rata 30-40 detik untuk meninjau kejadian, sehingga akan ada momen dimana permainan dihentikan. VAR akan melihat semua aspek yang mengarah ke sebuah gol yang mungkin terlewat oleh wasit lapangan, seperti offside, pelanggaran, atau bola yang telah keluar terlebih dahulu sebelum terjadinya gol.

Bagaimana dengan KARTU MERAH?

VAR hanya akan melakukan intervensi jika menurutnya wasit telah melewatkan sebuah pelanggaran yang berdampak kartu merah langsung (bukan kuning kuning atau kartu kuning kedua). Akan tetapi, ada tiga contoh ketika VAR dapat menyarankan wasit untuk mengeluarkan peringatan. 1) Saat mereview sebuah penalti, ternyata ada indikasi diving. 2) Saat meninjau Gol, ternyata ada pemain yang sengaja menggunakan tangan untuk mencetak gol. 3) Jika saat memberi kartu merah seorang pemain, terbukti pemain tersebut diprovokasi oleh lawan, Lawan yang melakukan provokasi bisa diganjar kartu kuning.

Bagaimana dengan PINALTI?

VAR berwenang untuk keputusan seperti: Haruskah diberikan atau tidak, pelanggaran di dalam atau di luar kotak, atau apakah itu sebuah pelanggaran?

Lalu, KESALAHAN IDENTIFIKASI?

Sederhana, Ingat kejadian Alex Oxlade-Chamberlain dan Kieran Gibbs pada tahun 2014, saat pertandingan melawan Chelsea?. Wasit Andre Marriner mengganjar Keiran Gibbs kartu merah, padahal yang melakukan handball untuk menghalau terjadinya gol adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Apabila kesalahan in terjadi, VAR dapat mengoreksi keputusan wasit.

Bagaimana sebuah insiden ditinjau ulang?

Ada dua tipe. Pertama, VAR bisa memberi tahu wasit bahwa ada kesalahan faktual yang tidak mengharuskan wasit melihat video tersebut, seperti gol yang dicetak dari posisi offside. Yang kedua adalah tinjauan di lapangan, di mana VAR menyarankan wasit untuk menonton ulang rekaman di monitor sisi lapangan dan mempertimbangkan kembali keputusannya. Dalam kedua kasus tersebut, wasit akan membuat isyarat sebelum memberikan keputusan akhir.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Rata-rata dari waktu permainan dihentikan untuk restart sekitar dua setengah menit.

Bisakah seorang wasit membatalkan keputusannya berdasarkan ulasan VAR?

Ya. Meskipun VAR dapat memberi masukan dan mengoreksi keputusan wasit, keputusan terakhir tetap ada pada wasit lapangan. Jadi, meskipun wasit menerima masukan atau koreksi dari VAR, tetapi bila dia tetap yakin pada keputusan awalnya, dia dapat bertahan dengan keputusan tersebut.

Dapatkah manajer atau pemain mengajukan banding atas insiden yang akan ditinjau?

Tidak.


Bagaimana jika manajer mencoba menekan wasit untuk mengubah keputusan mereka?

Ada proses hukuman dua tahap bagi para manajer. Jika hanya karena ada keingintahuan, hukuman tahap pertama adalah peringatan. Tapi jika mereka melanggar area seluas tiga meter di sekitar monitor dan dengan jelas mencoba mempengaruhi keputusan, mereka dikirim ke tribun sebagai hukuman tahap kedua.

 

Jadi.. begitulah sekelumit tentang VAR. Saat ini, sebelum nantinya diputuskan akan diterapkan menyeluruh ke semua pertandingan, VAR terus diujicoba dan dievaluasi efektifitasnya dalam mengurangi kesalahan pengadil di pertandingan, serta pengaruhnya pada keseluruhan jalannya pertandingan tersebut.

Jadi, mari kita tunggu sepak terjang VAR dan pengaruhnya pada sepakbola. Terutama dalam situasi-situasi yang dapat memicu kontroversi.