Miris..!! Partai Pembukaan Liga 1 2019, PSS lawan Arema diwarnai ricuh suporter..!!

Banyak harapan tersemat di gelaran Liga 1 2019, yang dimulai Kamis (16/5) ini; dimana Kompetisi tahun ini disponsori oleh Shopee.

Setelah kita baru saja melewati salah satu Periode Kelam persepakbolaan Indonesia, dimana banyak Kasus Suap dan Pengaturan Skor yang diungkap oleh Satgas Anti Mafia Bola; besar harapan bahwa Liga 1 2019 akan menjadi titik balik kebangkitan Sepakbola Indonesia: Dalam dan Luar Lapangan, Teknis dan Non Teknis.

Namun, baru di Partai perdana, PSS Sleman lawan Arema, harapan itu sudah tercoreng. Masalah klasik: Ricuh..!!

Di Stadion Maguwoharjo, Sleman, mulanya kedua suporter dari masing-masing tim saling mengejek. Kedua kubu suporter bahkan terlibat saling saling lempar botol, batu, hingga pecahan keramik.

Akibat saling lempar, ada beberapa korban luka. Tak cuma suporter, beberapa awak media juga mengalami luka di bagian tangan akibat lemparan pecahan keramik.

Saat pertandingan berlangsung, aksi saling lempat ini tak berhenti.

PSS unggul cepat, saat laga baru berjalan dua menit melaluiĀ  gol dari Brian Ferrerira.

Kerusuhan kemudian memuncak ketika Arema mencetak gol menjadikan kedudukan 1-1 melalui Sylvano Comvalius di menit ke-29.

Suporter PSS melempari pemain Arema FC yang tengah melakukan selebrasi. Tak terima pemain kesayangannya dilempari, Aremania membalas lemparan tersebut ke arah suporter PSS yang berada di tepat belakang gawang.

Kedua suporter saling lempar dan suasana semakin mencekam. Wasit Yudi Nurcahya langsung menghentikan pertandingan dan mengintruksikan para pemain memasuki ruang ganti untuk berlindung.

Tamu-tamu kehormatan seperti Direktur PT LIB, Dirk Soplanit, Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dan anggota Exco PSSI Gusti Randa juga digiring ke tempat yang lebih aman.

Tak berhenti sampai di situ, suporter yang merasa terancam pun melarikan diri ke tribun media dan membuat keadaan semakin tak terkendali.

Kelompok suporter PSS melempari pemain Arema FC yang tengah melakukan selebrasi. Tak terima pemain kesayangannya dilempari, Aremania membalas lemparan tersebut ke arah suporter PSS yang berada di tepat belakang gawang.

Alhasil, kericuhan pun memuncak. Kedua suporter saling lempar dan suasana semakin mencekam. Wasit Yudi Nurcahya langsung mengintruksikan para pemain memasuki ruang ganti untuk berlindung.

Tamu-tamu kehormatan seperti Direktur PT LIB, Dirk Soplanit, Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dan anggota Exco PSSI Gusti Randa juga digiring ke tempat yang lebih aman.

Sempat dihentikan selama kurang lebih 30 menit, akhirnya pertandingan dilanjutkan setelah keadaan dapat dikendalikan oleh Aparat Keamanan.

Hingga babak pertama selesai, keadaan tetap 1-1.

Memasuki paruh kedua laga, PSS kembali melakukan permainan agresif yang mengancam lini pertahanan Arema. Pada menit ke-57, publik tuan rumah bersorak menyambut gol Evgen Bokhashvili. Memanfaatkan umpan Brian, Evgen Bokhashvili melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menghujam pojok kiri atas gawang Arema.

PSS kemudian kembali menambah gol. Memanfaatkan umpan Brian Ferreira, Rangga Perkasa melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi Kartika Ajie.

3-1 untuk PSS Sleman..!!

Arema FC sempat mendapatkan peluang untuk memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+2′ melalui Hamka Hamzah. Namun, bola hasil sundulannya masih bisa dimentahkan Ega Rizky. Hingga laga usai, tak ada gol tambahan. Arema pun harus pulang dari kandang PSS tanpa poin.