Jelang Liga 1: Persija Berstatus Juara Bertahan, Limbung di Turnamen Pramusim

Marko Simc, Bomber Andalan Persija

Persija Jakarta menyandang status juara bertahan menuju Liga 1 2019. Ditinggal pelatih dan limbung di turnamen pramusim, kini optimisme Macan Kemayoran terkerek lagi dengan pulangnya bomber utama Marko Simic.

Tahun 2018 menjadi musim yang manis bagi Persija. Dalam satu musim, Persija meraih ‘treble’ dengan menjadi juara Boost Sportfix Super Cup, Piala Presiden 2018, dan puncaknya sebagai kampiun di Liga 1 2018.

Hasil tersebut tak lepas dari tangan dingin pelatih Stefano Cugurra Teco. Panen didapatkan Teco di musim keduanya bersama Macan Kemayoran.

Setelah menjadi juara 1, Persija malah ditinggalkan Teco dan sederet pemain. Termasuk Sandi Sute yang akhirnya kembali setelah sempat mengumumkan diri bergabung dengan Kalteng Putra. Dua pemain asing Jaimerson Xavier dan Renan Silva menjadi pemain yang benar-benar meninggalkan klub.

Kemelut juga merambah ke jajaran manajemen. Persija ditinggalkan manajer Gede Widiade. Saat ini, kendali Persija di bawah Direktur Kokoh Afiat dan CEO Ferry Paulus.

Tapi, loyalis Persija bertahan. Ismed Sofyan Bambang Pamungkas, Andritany Ardhiyasa tak pergi dari klub ibu kota itu.

Predikat juara itu tak berlanjut ke periode pramusim. Di Piala Presiden 2019, Persija hanya mampu mencapai babak delapan besar. Laju Persija juga kurang sip di Piala AFC 2019. Mereka terhenti di fase grup Piala AFC 2019 meskipun masih menyisakan satu laga lagi tersisa melawan Shan United pada 15 Mei.

Tampil di laga-laga sepanjang pramusim itu, Persija memang kehilangan bomber utama, Marko Simic. Pemain Kroasia itu tersandung kasus hukum di Sydney sehingga tak bisa pulang.

Beban Ivan Kolev Lanjutkan Sukses Teco

Ivan Kolev, pelatih Persija JakartaIvan Kolev, pelatih Persija Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikSport)

Setelah ditinggal Teco, Persija menunjuk Kolev sebagai pelatih Persija untuk kedua kalinya. Pelatih asal Bulgaria kembali lagi setelah sempat menangani Macan Kemayoran di musim 1999-2000.

Tapi, Kolev memiliki catatan kurang sip musim lalu. Dia menjadi pelatih pecatan PS Tira.

Bersama Persija, Kolev juga gagal mengantarkan klub melaju lebih jauh di Piala AFC. Persija terhenti di babak grup sebelum laga di fase grup benar-benar usai.

Tapi setidaknya Kolev memiliki satu kesempatan untuk membuktikan diri, yakni di Piala Indonesia. Persija masih bertahan dengan melaju ke semifinal usai mengalahkan Bali United dengan keunggulan gol tandang setelah hasil imbang agregat 2-2.

Kolev juga bisa sedikit relaks dengan kepulangan Simic. Persija bisa semakin ganas dengan duet Simic dan Bruno Matos.

Duet Maut Marko Simic-Bruno Matos

Persija bisa bernafas lega dalam menyambut Liga 1 2019. Striker Marko Simic dipastikan telah kembali usai terlibat kasus hukum yang membuat dia berpisah dengan Persija selama dua bulan.

Simic merupakan mesin gol bagi Persija. Dia membuktikan dengan masuk deretan topskorer ketiga (18 gol) di bawah Aleksandar Rakic (21 gol, PS Tira) dan David Da Silva (20 gol, Persebaya Surabaya).

Apalagi, kini dia memiliki duet yang amat menjanjikan Bruno Matos. Sepanjang pramusim, Matos tampil sip dengan membuat empat gol di Piala AFC 2019. Sementara di Piala Presiden, pemain asal Brasil itu membukukan lima gol, memuncaki daftar top skorer bersama Ricky Kayame dan Manuchekhr Dzhalilov.

Patut ditunggu seberapa produktif lini depan Persija musim ini, kombinasi Simic-Matos menjadi tumpuannya.

 

(fem/cas)
sumber: detik.com