Buntut Kericuhan di Maguwoharjo: Kepolisian DIY pertimbangkan evaluasi izin pertandingan, PSS Bisa Kesulitan bermain di Kandang

PSS Sleman terancam kesulitan menggelar laga kandang di Stadion Maguwoharjo untuk partai kandang selanjutnya dalam Shopee Liga 1 2019. Hal itu tak lepas dari bentrokan antarsuporter saat melawan Arema dalam partai pembuka  di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Bibit kericuhan mulai terjadi beberapa menit sebelum laga, yang juga disaksikan langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Bahkan Sri Purnomo sempat turun ke lapangan untuk menenangkan situasi.

Ratusan personel Polisi dan TNI diterjunkan untuk meredakan situasi hingga akhirnya laga dilanjutkan kembali. Kepolisian DIY segera mengevaluasi dan mengkaji insiden tersebut.

Kemungkinan terburuknya, PSS bisa saja terancam tak mendapat izin menggelar laga kandangnya di Maguwoharjo saat menjamu Semen Padang, pada 25 Mei 2019.

“Kericuhan ini karena ada provokasi. Padahal, jumlah keamanan sudah cukup. Kenapa begitu, karena awalnya antarsuporter kedua tim itu rukun. Suporter Sleman menyambut suporter Arema,” jelas Ahmad Dofiri, Kamis (16/5/2019), seperti dilansir bola.com

Disinggung izin pertandingan berikutnya untuk PSS Sleman, jenderal bintang dua itu belum bisa berkomentar banyak. “Belum bisa memutuskan mengizinkan lagi atau tidak. Tapi, yang jelas akan ada evaluasi untuk izin pertandingan selanjutnya,” tuturnya.